Banjarmasin (Paman Anum)- Bagi pengunjung destinasi wisata Siring Tendean Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang jumlahnya enam ribu orang setiap minggu hampir dipastikan akan kenal dengan nama Kai Api.

Sebab warga Banjarmasin yang nama sebenarnya Muhamad Arsyad ini mempertunjukkan kebolehannya bermain api di lokasi destinasi wisata paling ramai di kota seribu sungai tersebut.

Dengan aneka peralatan, bertelanjangkan dada, kepala berbalut kain hitam, berbutah (wadah tradisional Dayak) dan berkalong di lehernya dengan berbentuk tasbeh dengan biji bijinya yang besar ia mempertontonkan kebolehannya memainkan api, baik dimulut, di lutut, di ketiak, bahkan api menyala ia masukkan ke dalam celananya.

Seringkali pengunjung dibuatnya histeris ketika api yang menyala-nyala pada obor yang dimain-mainkannya itu dimasukan kecelana, ternyata tak padam setelah obor kembeli dikeluarkan dari celananya.

Akibat kebolehannya itulah, lelaki yang berusia 79 tahun ini beberapa kali diajak Pemkot setempat tampil di jakarta, bahkan masuk acara televisi nasional trans7 program “hitam putih.”

Berkat program hitam putih itu pula kakek yang pernah menjadi atlet lari jarak jauh sekelas Asia tersebut diberangkat umrah.

Walau usianya tergolong renta tetapi badannya tetap atletis dan segar bugar, kemana-mana selalu tak berbaju cukup celana selutut, serta bersepeda ontel.

Ketika ditanya kenapa setua itu tetap sehat ia menyebutkan harus mensyukuri nikmat, tak boleh stress, dan sering berolahraga, baik lari dan bersepeda.

Selain itu, tambahnya, dalam atraksi seringkali ia terminum minyak tanah, dan mungkin itu yang membuat selalu sehat.

Bahkan ia selalu makan pisang yang sebelumnya selalu dicelupkan ke minyak tanah, menurutnya itu obat orang bahari agar jantung tetap sehat.

Dengan 10 anak, dan 29 cucu, Kai Api ini ingin terus berkarya selagi diberi umur oleh sang pecipta.